Sabtu, 02 November 2013

Hubungan Antar Agama dan Kebudayaan



Mata Kuliah Fiqih Sosial Fakultas Dakwah Unit 3 JLK
Oleh Kelompok 5
Maria Effi Yana (410 905 659) Hidayatullah  (410 905 677) Yenizar (410 905 679).
Dosen Pembimbing
Riswadi

 A. Pengertian Agama.

Pada umumnya di Indonesia digunakan istilah “Agama” yang sama artinya dengan sitilah asing “religie” atau “godsdienst” (Belanda) atau “religion” (Inggris). Istilah “agama” berasal dari bahasa Sangskerta yang pengertiannya menunjukkan adanya kepercayaan manusia berdasarkan wahyu dari Tuhan. Dalam arti linguistik kata agama berasal dari suku kata a dan gama. Kata a berarti tidak dan gama berarti pergi atau berjalan, sedangkan kaa akhiran a merupakan kata sifat  yang menguatkan yang kekal. Jadi sitilah agama berarti tidak  pergi atau tidak berjalan atau tetap (kekal, internal), sehingga pada umumnya kata agama mengandung arti hidup yang kekal.[1]
Din dalam bahasa Semit berarti Undang-undang atau Hukum. Dalam bahasa Arab kata ini mengandung arti menguasai, menundukkan, patuh, hutang, balsan, kebiasaan. Agama memang membawa peraturan-peraturan yang merupakan hukum yang harus dipatuhi orang. Agama selanjutnya memang menguasai diri seseorang dan membuat ia tunduk dan patuh kepada Tuhan dengan menjalankan ajaran-ajaran agamanya. Agama lebih lanjut lagi membawa kewajiban-kewajiban yang kalau tidak dijalankan oleh seseorang menjadi hutang baginya. Paham kewajiban dan kepatuhan membawa pula kepada paham balasan.[2]

Makalah - Islam Sebagai Agama

Disusun Oleh: Hidayatullah dan Zahra Anima
 BABI
Belakangan ini Islam dipandang begitu keras di seluruh dunia. Islam sering diidentikkan dengan teroris. Banyak masyarakat Non muslim yang memandang Islam sebagai sebuah agama yang membawa kerusuhan di atas bumi ini. Lantaran terjadinya peristiwa-peristiwa yang mengenaskan, yang oleh pelakunya sediri menamakan dirinya Islam. Seperti peristiwa bom Bali, peledakan WTC, dan lain sebagainya. Apakah benar islam memang demikian…?
Islam adalah agama yang sah dan diridhai oleh Allah. Islam berlainan dengan apa yang umum diketahui, bukan hanya menpunyai satu-dua aspek, tetapi mempunyai berbagai aspek. Islam sebenarnya mempunyai aspek Teologi, aspek Ibadah, aspek Moral, aspek Mistisisme, aspek Falsafah, aspek Sejarah, aspek Kebudayaan, dan aspek lain sebagainya.[1]